
Bikin RAB itu mirip masak tanpa resep. Bisa jadi, tapi rasanya beda-beda tiap kali. Hari ini kamu ingat memasukkan biaya transport, minggu depan lupa. Proyek ini cadangan biayanya dihitung, proyek berikutnya tidak.
Akibatnya, margin proyek juga naik-turun tanpa kamu tahu sebabnya.
Solusinya sederhana: pakai satu template RAB yang sama untuk semua proyek. Di artikel ini kami bagikan struktur template RAB interior yang biasa kami pakai bersama klien kontraktor, penjelasan isi setiap sheet, dan tentu saja file-nya bisa kamu download gratis.
Kenapa Harus Pakai Template, Bukan Bikin dari Nol?
Tiga alasan utamanya:
- Tidak ada komponen biaya yang terlewat. Template memaksa kamu mengisi semua baris, termasuk yang sering dilupakan seperti overhead dan cadangan.
- Harga jual dihitung dengan rumus yang benar. Bukan “modal + 30%”, tapi rumus margin. Bedanya bisa belasan juta per proyek.
- Antar proyek bisa dibandingkan. Karena strukturnya sama, kamu bisa melihat pola: biaya apa yang paling sering membengkak, dan jenis pekerjaan apa yang paling menguntungkan.
Isi Template: 5 Sheet yang Wajib Ada

Sheet 1: Info Proyek
Isinya data dasar proyek:
- nama klien & lokasi proyek,
- jenis pekerjaan (kitchen set, wardrobe, backdrop TV, dll.),
- tanggal penawaran & versi RAB (misalnya v1, v2),
- target margin (misalnya 30%).
Kolom versi ini kelihatannya sepele, tapi menyelamatkan kamu dari drama “RAB_final_rev3_FIX.xlsx”.
Sheet 2: Rincian Pekerjaan (RAB Detail)
Ini inti template-nya. Setiap item pekerjaan dipecah menjadi baris-baris dengan kolom berikut:
| Kolom | Contoh isi |
|---|---|
| Item pekerjaan | Kabinet bawah kitchen set |
| Spesifikasi | Multipleks 18 mm, finishing HPL |
| Satuan | m’ (meter lari) / m² / unit / ls |
| Volume | 4,2 |
| Harga satuan material | (dari harga supplier terbaru) |
| Harga satuan upah | (produksi + pasang) |
| Subtotal | Volume × (material + upah) |
Tips mengisi:
- Pecah hardware jadi baris sendiri. Engsel soft-close, rel tandem, handle, dan aksesoris jangan digabung ke “kabinet”. Totalnya sering lebih besar dari perkiraan.
- Masukkan faktor sisa potong (waste). Multipleks dan HPL hampir tidak pernah terpakai 100%. Banyak kontraktor menambahkan 5–10% untuk sisa potong, sesuaikan dengan pengalaman workshop-mu.
- Pakai harga supplier terbaru. Harga material bisa berubah, jadi jangan menyalin harga dari RAB tiga bulan lalu.
Sheet 3: Biaya Tidak Langsung & Cadangan
Ini sheet yang paling sering tidak ada di RAB kontraktor, padahal di sinilah margin biasanya bocor.
- Transport & logistik: kirim material, kirim unit jadi, naik barang di apartemen, parkir.
- Overhead teralokasi: bagian dari sewa workshop, listrik mesin, penyusutan alat, gaji admin/drafter.
- Desain & survei: waktu desainer, survei ukur, revisi gambar.
- Cadangan biaya tak terduga: salah ukur, harga material naik, revisi klien, bongkar-pasang.
Sheet 4: Rekap & Harga Jual
Semua angka dari sheet 2 dan 3 dijumlahkan di sini, lalu harga jual dihitung otomatis pakai rumus margin:
Harga jual = Total biaya ÷ (1 − target margin)
Di Excel, rumusnya kira-kira seperti ini:
=Total_Biaya/(1-Target_Margin)
Sebagai contoh, ini rekap proyek kitchen set yang sudah kita bahas di artikel harga jual kitchen set:

| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Material & hardware | Rp42 juta |
| Upah produksi & instalasi | Rp18 juta |
| Transport & logistik | Rp3 juta |
| Overhead teralokasi | Rp7 juta |
| Subtotal modal | Rp70 juta |
| Cadangan biaya tak terduga | Rp8 juta |
| Total biaya | Rp78 juta |
| Target margin | 30% |
| Harga jual | Rp111,43 juta |
| Laba | Rp33,43 juta |
Bandingkan kalau kamu pakai cara lama: modal Rp70 juta + markup 30% = Rp91 juta. Begitu biaya tak terduga Rp8 juta muncul, laba tinggal Rp13 juta, dan margin jatuh ke 14,3%.
Template yang benar membuat kesalahan ini hampir tidak mungkin terjadi, karena cadangan dan rumus margin sudah “terkunci” di dalamnya.
Mau cek cepat tanpa buka Excel? Masukkan angka RAB kamu di Kalkulator Margin Proyek Interiordan lihat margin sebenarnya dalam 2 menit.
Sheet 5: Jadwal Termin
RAB yang bagus juga sudah merencanakan kapan uang masuk. Contoh dengan skema 50–40–10 dari harga Rp111,43 juta:

| Termin | Pemicu | % | Nominal |
|---|---|---|---|
| DP | Tanda tangan kontrak | 50% | Rp55,71 juta |
| Termin 2 | Produksi selesai / unit siap kirim | 40% | Rp44,57 juta |
| Pelunasan | Serah terima | 10% | Rp11,14 juta |
| Total | 100% | Rp111,43 juta |
Dengan jadwal ini, kamu bisa mencocokkan: apakah DP cukup untuk menutup belanja material di awal? Kalau total material Rp42 juta dan DP Rp55,71 juta, artinya aman. Tapi kalau DP hanya 30%, kamu perlu menalangi belanja material, dan itu harus direncanakan dari awal.
6 Kesalahan RAB Interior yang Sering Terjadi

- Pakai markup, bukan margin. Markup 30% hanya menghasilkan margin sekitar 23%.
- Tidak ada cadangan biaya. Proyek interior custom hampir selalu punya kejutan.
- Hardware digabung ke harga kabinet. Akhirnya sering dihitung terlalu murah.
- Overhead tidak dialokasikan. Proyek terlihat untung, tapi usaha secara keseluruhan pas-pasan.
- Lupa biaya lokasi. Naik barang, parkir, jam kerja terbatas di apartemen, dan perlindungan lantai.
- Tidak ada versi. Klien revisi 3 kali, dan kamu tidak tahu harga mana yang terakhir disepakati.
Batas Kemampuan Template Excel (Supaya Ekspektasinya Pas)
Template ini sangat membantu di tahap 1: RAB. Tapi ingat lagi 5 tahap kerja kontraktor: RAB → Termin → Belanja → Kas → Laba per proyek.
Setelah kontrak ditandatangani, kamu perlu mencocokkan RAB vs realisasi: nota material yang masuk setiap hari, upah tukang, DP yang sudah diterima, dan sisa termin. Di tahap ini, file Excel mulai kewalahan, apalagi kalau proyek yang jalan lebih dari dua.
Kami sudah membahas kapan waktunya pindah di artikel Pembukuan Kontraktor Interior: Excel vs Software Akuntansi. Kabar baiknya, template RAB ini tetap bisa dipakai. RAB-nya tinggal diimpor ke software akuntansi seperti Accurate atau Kledo sebagai acuan proyek.
Kalau sedang menimbang software mana yang cocok, baca juga Accurate vs Kledo untuk Kontraktor Interior.
FAQ
Apa saja isi RAB interior yang lengkap?
Minimal ada rincian material, hardware, upah produksi dan pemasangan, transport, overhead teralokasi, cadangan biaya tak terduga, rekap harga jual, dan jadwal termin.
Satuan apa yang dipakai untuk RAB kitchen set?
Umumnya meter lari (m’) untuk kabinet, m² untuk panel atau backdrop, dan unit atau pcs untuk hardware dan aksesoris. Tetap rinci per komponen supaya harga per meter lari-mu akurat.
Berapa cadangan biaya yang sebaiknya dimasukkan ke RAB?
Banyak kontraktor memakai 5–10% dari modal, dan lebih tinggi untuk desain custom atau lokasi yang sulit. Cara terbaik adalah melihat selisih RAB vs realisasi dari proyek-proyek sebelumnya.
Bagaimana rumus harga jual di RAB agar margin sesuai target?
Harga jual = total biaya ÷ (1 − target margin). Untuk margin 30%, total biaya dibagi 0,7.
Apakah template RAB Excel bisa diimpor ke software akuntansi?
Bisa. Struktur yang rapi per item pekerjaan memudahkan proses impor ke software seperti Accurate atau Kledo sebagai anggaran proyek.
Download Template RAB Interior Gratis
Template berisi 5 sheet (Info Proyek, Rincian Pekerjaan, Biaya Tidak Langsung & Cadangan, Rekap & Harga Jual, Jadwal Termin), dengan rumus margin yang sudah terpasang.
👉Download Template RAB Interior Excel GRATIS
Sambil menunggu, cek dulu margin penawaran yang sedang kamu kerjakan di Kalkulator Margin Proyek Interior. Hasil lengkapnya juga bisa dikirim ke WhatsApp kamu.
