
Omzet bulan ini kelihatan ramai. Pembeli datang terus, notifikasi QRIS bunyi tiap jam. Namun, begitu akhir bulan tiba, kamu bingung sendiri: uangnya ke mana?
Kalau kamu pernah merasakan hal itu, kamu nggak sendirian. Banyak pemilik usaha kecil mengalami masalah yang sama. Penyebabnya biasanya sederhana, yaitu catatan keuangan yang belum rapi.
Karena itu, tim Rapihin.id menyusun template laporan keuangan UMKM berbasis Excel yang bisa langsung kamu pakai. Isinya bukan sekadar tabel kosong. Template ini sudah berisi rumus otomatis, pengecekan kesalahan, dan ringkasan untung bulanan yang gampang dibaca.
Di artikel ini, kamu akan tahu isi lengkap template, cara memakainya, dan contoh hasilnya dari sebuah usaha kopi kecil. Di bagian tengah, ada juga link untuk mengunduh versi gratisnya.
Kenapa UMKM Butuh Template Laporan Keuangan?
Banyak pemilik usaha merasa pembukuan itu urusan perusahaan besar. Padahal, usaha kecil justru paling butuh catatan yang rapi. Alasannya, setiap rupiah sangat berpengaruh pada kelangsungan usaha.
Tanpa catatan, kamu cuma bisa menebak. Kamu mungkin merasa untung karena laci kasir penuh. Kenyataannya, sebagian uang itu bisa saja milik supplier yang belum dibayar.
Masalah lain yang sering muncul antara lain:
- Uang usaha tercampur uang pribadi. Belanja dapur pakai uang laci, lalu lupa dicatat.
- Piutang terlupakan. Pelanggan langganan bilang “nanti transfer ya”, lalu tiga bulan berlalu tanpa kabar.
- Untung dihitung dari omzet. Akibatnya, kamu merasa usaha baik-baik saja padahal margin terus menipis.
- Catatan tersebar di mana-mana. Sebagian di buku tulis, sebagian di chat WhatsApp, sisanya di ingatan.
Template laporan keuangan membantu kamu mengumpulkan semua itu di satu tempat. Selain itu, rumus otomatisnya mengurangi risiko salah hitung. Kamu cukup mencatat, sedangkan hitung-hitungannya dikerjakan Excel.
Kalau kamu sering mengalami omzet ramai tapi uang nggak bersisa, baca juga pembahasan lengkapnya di artikel [link ke artikel #3: Omzet Rame Tapi Uang Nggak Ada?].
Isi Template Laporan Keuangan UMKM by Rapihin.id
Template ini terdiri dari enam sheet. Setiap sheet punya tugas yang jelas, jadi kamu nggak perlu bingung harus mengisi di mana.
1. Mulai Di Sini
Sheet pertama berisi panduan singkat. Di sini kamu akan menemukan cara pakai dalam empat langkah, arti warna sel, dan tiga aturan emas pencatatan. Bacanya cukup lima menit.
2. Pengaturan
Sheet ini diisi sekali saja di awal. Kamu cukup memasukkan nama usaha dan saldo kas awal. Di sheet yang sama tersedia 15 kategori transaksi yang sudah dilengkapi penjelasan bahasa awam, seperti “Belanja Bahan / Barang Dagang” dan “Ambil untuk Pribadi”. Kalau butuh kategori lain, masih ada 10 baris kosong yang bisa kamu isi sendiri.
3. Catatan Uang (Buku Kas)
Inilah sheet yang paling sering kamu buka. Setiap uang masuk atau keluar dicatat dalam satu baris. Saldonya terhitung otomatis.
Fitur favorit kami adalah kolom Cek. Kolom ini menampilkan tanda âš kalau ada yang kurang, misalnya tanggal kosong, kategori belum dipilih, atau kategori pemasukan malah diisi di kolom pengeluaran. Jadi, kesalahan kecil langsung ketahuan sebelum merusak laporan.
4. Belum Bayar (Daftar Piutang)
Sheet ini mencatat pelanggan yang membayar belakangan. Status setiap tagihan muncul otomatis dengan warna berbeda: Lunas, Belum Jatuh Tempo, Telat 1–30 Hari, Telat 31–60 Hari, sampai Telat >60 Hari. Dengan begitu, kamu tahu siapa yang harus ditagih lebih dulu.
5. Checklist Akhir Bulan
Sheet ini berisi 12 langkah singkat untuk memastikan catatan bulananmu beres. Setiap langkah dilengkapi alasan kenapa langkah itu penting. Progresnya tampil dalam persen, jadi kamu bisa melihat sejauh mana pengecekan sudah selesai.
6. Ringkasan Bulanan
Ini bagian yang paling ditunggu. Ringkasan menampilkan saldo kas, pendapatan, biaya, untung usaha, persentase untung, uang yang diambil untuk pribadi, piutang, dan pengeluaran terbesar. Semuanya terisi otomatis.
Di bagian bawah juga ada pesan otomatis yang membaca kondisi usahamu. Contohnya, kalau uang yang kamu ambil untuk pribadi lebih besar dari untung, template akan memberi peringatan.
Contoh Template Laporan Keuangan UMKM yang Sudah Terisi

Teori saja kadang bikin bingung. Oleh karena itu, kami menyertakan file contoh dari usaha fiktif bernama Kopi Senja, sebuah kedai kopi kecil dengan dua barista.
Berikut ringkasan keuangan Kopi Senja selama September 2026:
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Saldo kas awal bulan | Rp5.000.000 |
| Pendapatan usaha | Rp29.150.000 |
| Biaya usaha | Rp19.390.000 |
| Untung usaha | Rp9.760.000 (33,5%) |
| Diambil untuk pribadi | Rp2.500.000 |
| Saldo kas akhir bulan | Rp8.310.000 |
| Uang masih di pelanggan | Rp5.650.000 |
| Pengeluaran terbesar | Belanja bahan (Rp9.150.000) |
Sekarang perhatikan baik-baik. Kopi Senja untung Rp9,76 juta. Namun, saldo kasnya hanya naik Rp3,31 juta, dari Rp5 juta menjadi Rp8,31 juta. Ke mana sisanya?
Jawabannya ada di tiga pengeluaran yang memang tidak dihitung sebagai biaya:
- Membeli grinder cadangan Rp2.750.000 (aset yang dipakai bertahun-tahun).
- Membayar cicilan pinjaman Rp1.200.000.
- Mengambil uang untuk keperluan pribadi Rp2.500.000.
Totalnya Rp6,45 juta. Jika untung Rp9,76 juta dikurangi Rp6,45 juta, hasilnya tepat Rp3,31 juta.
Inilah alasan banyak pemilik usaha merasa “untung tapi uangnya nggak ada”. Template ini memisahkan keduanya, sehingga kamu bisa melihat dengan jelas ke mana uang usaha pergi.
Cara Menggunakan Template dalam 4 Langkah
Template ini dibuat untuk pemula. Kamu nggak perlu paham akuntansi untuk memakainya.
Langkah 1: Isi Pengaturan. Masukkan nama usaha dan saldo kas awal. Saldo kas awal adalah total uang usaha yang kamu pegang hari ini, termasuk uang tunai, saldo rekening, dan e-wallet usaha.
Langkah 2: Catat setiap transaksi. Setiap ada uang masuk atau keluar, tambahkan satu baris di sheet Catatan Uang. Isi tanggal, keterangan, kategori, dan nominal. Ingat, isi kolom Masuk atau Keluar saja, jangan keduanya.
Langkah 3: Catat penjualan tempo. Kalau pelanggan membayar belakangan, catat dulu di sheet Belum Bayar. Setelah pelanggan melunasi, isi kolom Sudah Dibayar. Kemudian catat juga di Catatan Uang dengan kategori “Pelunasan dari Pelanggan”.
Langkah 4: Cek di akhir bulan. Kerjakan Checklist, lalu buka Ringkasan. Kalau ingin melihat bulan lain, cukup ganti bulan di sheet Pengaturan.
Terakhir, biasakan mencatat setiap hari. Lima menit sebelum tutup toko jauh lebih ringan daripada tiga jam begadang di akhir bulan.
[GAMBAR 3]
Brief: Infografis vertikal 4 langkah bernomor dengan ikon sederhana (gerigi pengaturan, buku catatan, daftar pelanggan, grafik ringkasan). Warna biru, hijau, dan kuning khas Rapihin.id, logo Rapihin.id di pojok kanan atas, latar putih bersih. Teks setiap langkah singkat dan mudah dibaca di HP.
Alt text: Cara menggunakan template laporan keuangan UMKM Excel dalam 4 langkah mudah
3 Kesalahan yang Sering Bikin Laporan Keuangan UMKM Berantakan
Template sebagus apa pun tetap bergantung pada cara kamu mencatat. Berikut tiga kesalahan yang paling sering kami temui di lapangan.
Pertama, mencampur uang usaha dan uang pribadi. Mengambil uang usaha untuk keperluan rumah sebenarnya boleh. Yang penting, catat sebagai “Ambil untuk Pribadi”. Jangan disembunyikan, karena nanti untungmu akan terlihat lebih kecil dari kenyataan. Pembahasan lengkapnya ada di [link ke artikel #5: Cara Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha].
Kedua, mencatat penjualan tempo sebagai pemasukan. Uang yang belum diterima belum boleh masuk catatan kas. Kalau dicatat terlalu cepat, saldo di laporan akan lebih besar dari uang yang sebenarnya kamu pegang.
Ketiga, menghitung pembelian aset sebagai biaya bulanan. Mesin, etalase, atau kendaraan dipakai bertahun-tahun. Jika dihitung sebagai biaya satu bulan, untung bulan itu akan anjlok dan kamu bisa salah mengambil keputusan. Karena itu, template ini sudah mengatur kategori “Beli Peralatan / Aset” agar tidak mengurangi untung.
Versi Gratis vs Versi Lengkap
Kami menyediakan dua pilihan agar kamu bisa mencoba dulu sebelum memutuskan.
| Fitur | Gratis | Lengkap |
|---|---|---|
| Catatan Uang (buku kas) + saldo otomatis | ✓ | ✓ |
| Kolom Cek ⚠deteksi kesalahan | ✓ | ✓ |
| Kategori transaksi + penjelasan | ✓ | ✓ |
| Daftar piutang + status telat otomatis | — | ✓ |
| Checklist akhir bulan 12 langkah | — | ✓ |
| Ringkasan untung bulanan + pesan otomatis | — | ✓ |
| File contoh terisi (Kopi Senja) | — | ✓ |
| Bisa dibuka di Google Sheets (HP) | ✓ | ✓ |
Versi gratis cocok untuk membangun kebiasaan mencatat. Setelah terbiasa, versi lengkap akan membantu kamu membaca kondisi usaha secara menyeluruh.
Apakah Template Ini Cocok untuk Usahamu?
Kami ingin jujur soal ini. Template Excel punya batas.
Template ini cocok kalau:
- Usahamu masih kecil sampai menengah, misalnya warung, kedai, toko online, catering, atau jasa.
- Transaksimu masih puluhan sampai sekitar dua ratusan per bulan.
- Kamu bisa meluangkan 10–15 menit setiap hari untuk mencatat.
Sebaliknya, template ini kurang cocok kalau:
- Transaksimu sudah ratusan per bulan dan terus bertambah.
- Kamu perlu mengelola stok barang dalam jumlah banyak.
- Ada beberapa cabang atau lebih dari satu orang yang mencatat.
Untuk kondisi seperti itu, software akuntansi atau bantuan tim pembukuan biasanya lebih efisien. Tanda-tandanya kami bahas di [link ke artikel #12: Tanda Usahamu Sudah Terlalu Besar untuk Excel].
Bisa Dipakai di HP Lewat Google Sheets
Banyak pemilik UMKM lebih sering memegang HP daripada laptop. Tenang, template ini bisa dibuka di Google Sheets.
Caranya mudah. Upload file ke Google Drive, klik kanan, lalu pilih Buka dengan → Google Spreadsheet. Setelah itu, kamu bisa mencatat transaksi langsung dari aplikasi Google Sheets di HP.
Tips tambahan: buat salinan file setiap akhir bulan. Langkah ini juga sudah masuk di checklist, jadi kamu nggak akan lupa.
FAQ Seputar Template Laporan Keuangan UMKM
Apakah saya harus paham akuntansi untuk memakai template ini?
Tidak. Template ini memakai bahasa sehari-hari. Istilah seperti “piutang” diganti menjadi “Belum Bayar”, dan setiap kategori dilengkapi penjelasan.
Apakah template ini bisa dipakai untuk jenis usaha apa saja?
Bisa. Kategorinya bersifat umum. Kalau butuh kategori khusus, kamu bisa menambahkannya sendiri di sheet Pengaturan.
Untung di template dihitung dengan cara apa?
Untung dihitung berdasarkan uang yang benar-benar diterima dan dibayarkan (dasar kas). Cara ini paling mudah dipahami pemilik usaha kecil. Modal, pinjaman, pembelian aset, cicilan pokok, dan pengambilan pribadi tidak dihitung sebagai untung atau biaya.
Apakah satu file bisa dipakai untuk banyak bulan?
Bisa. Cukup terus catat di sheet Catatan Uang. Untuk melihat bulan tertentu, ganti pilihan bulan di sheet Pengaturan.
Apakah laporan dari template ini bisa dipakai untuk mengajukan pinjaman?
Template ini membantu kamu punya catatan yang rapi dan konsisten, dan itu sangat membantu saat bicara dengan bank atau koperasi. Namun, setiap lembaga punya syarat dokumen sendiri, jadi tanyakan dulu format yang mereka minta.
Nggak Sempat Nyatat Sendiri? Biar Tim Rapihin yang Kerjain
Template ini dibuat untuk kamu yang ingin mulai rapi dengan usaha sendiri. Kenyataannya, banyak pemilik usaha yang sudah habis tenaga di operasional. Akhirnya catatan bolong di minggu kedua, lalu laporan akhir bulan kembali jadi tebak-tebakan.
Kalau itu yang kamu alami, nggak apa-apa. Kamu bisa menyerahkan pembukuan ke Finquik by Rapihin.id.
Cara kerjanya sederhana. Kamu cukup mengirim nota dan mutasi rekening. Setelah itu, tim kami merapikan pembukuanmu. Setiap bulan kamu menerima laporan untung-rugi, kas, dan piutang dalam bahasa yang gampang dipahami, tanpa harus membuka Excel sama sekali.
Dengan begitu, kamu bisa fokus mengembangkan usaha, sementara angka-angkanya tetap terpantau.
👉 [Lihat layanan jasa pembukuan UMKM Finquik]
💬 Konsultasi gratis via WhatsApp: 0822-1955-3030
