Rapihin.id

Pembukuan

Accurate Online, akuntansi, keuangan, Pembukuan

Apa itu Rekonsiliasi Bank?

Apa Itu Rekonsiliasi Bank?? Rekonsiliasi bank adalah proses membandingkan dan menyelaraskan catatan keuangan internal sebuah entitas (seperti individu atau perusahaan) dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh bank untuk akun tersebut. Tujuan utama dari rekonsiliasi bank adalah untuk memastikan bahwa catatan keuangan akurat dan mencerminkan semua transaksi yang telah terjadi. Ini membantu dalam mengidentifikasi kesalahan, perbedaan, atau transaksi yang mencurigakan yang mungkin terjadi karena kesalahan manusia, penipuan, atau kegagalan administrasi lainnya. Proses rekonsiliasi melibatkan langkah-langkah sebagai berikut: Perbandingan Saldo: Memulai dengan membandingkan saldo akhir pada pernyataan bank dengan saldo buku (saldo menurut catatan keuangan entitas) pada tanggal yang sama. Identifikasi Perbedaan: Mengidentifikasi penyebab perbedaan antara dua saldo tersebut. Ini bisa termasuk cek yang dikeluarkan tetapi belum dikliring oleh bank, deposit dalam perjalanan, biaya bank, bunga bank, kesalahan pencatatan, atau transaksi yang belum dicatat. Penyesuaian Catatan: Membuat penyesuaian yang diperlukan dalam catatan keuangan entitas untuk mencerminkan transaksi yang benar. Ini mungkin termasuk mencatat transaksi yang terlewat, memperbaiki kesalahan, atau mencatat biaya bank dan bunga. Verifikasi: Setelah semua perbedaan telah diidentifikasi dan penyesuaian dilakukan, saldo akhir dari catatan keuangan harus sesuai dengan saldo pernyataan bank yang disesuaikan. Dokumentasi: Mencatat proses rekonsiliasi dan penyesuaiannya dalam catatan entitas sebagai bukti bahwa rekonsiliasi telah dilakukan. Rekonsiliasi bank adalah praktik pengelolaan keuangan yang penting karena membantu memastikan integritas data keuangan dan mengurangi risiko kesalahan atau penipuan. Ini juga merupakan bagian penting dari proses audit internal dan eksternal. Biasanya, rekonsiliasi bank dilakukan secara berkala, seperti bulanan, untuk menjaga keakuratan catatan keuangan. Melanjutkan dari proses dasar rekonsiliasi bank, ada beberapa aspek tambahan yang penting untuk dipahami: Frekuensi Rekonsiliasi Bulanan: Paling umum, rekonsiliasi bank dilakukan setiap bulan, segera setelah pernyataan bank diterima. Ini membantu dalam mengidentifikasi dan mengoreksi kesalahan secara tepat waktu. Mingguan atau Harian: Untuk bisnis dengan volume transaksi tinggi atau risiko keuangan yang lebih besar, rekonsiliasi mungkin dilakukan lebih sering, seperti mingguan atau bahkan harian. Tantangan dalam Rekonsiliasi Bank Volume Transaksi yang Tinggi: Dalam entitas dengan jumlah transaksi yang besar, proses rekonsiliasi dapat menjadi kompleks dan memakan waktu. Kesalahan Manusia: Kesalahan dalam mencatat transaksi dapat menyebabkan perbedaan yang harus diidentifikasi dan diperbaiki. Transaksi Lama yang Belum Diselesaikan: Cek yang dikeluarkan tetapi belum ditarik (outstanding) atau deposit dalam perjalanan (deposit under transit) yang lama bisa mempersulit proses rekonsiliasi. Penipuan dan Pencurian: Rekonsiliasi bank membantu mengidentifikasi kasus penipuan atau pencurian, tetapi memerlukan pengawasan dan analisis yang cermat. Praktik Terbaik dalam Rekonsiliasi Bank Menggunakan Software Akuntansi: Banyak software akuntansi modern memiliki fitur yang memudahkan proses rekonsiliasi bank dengan mengautomasi sebagian dari proses tersebut. Pemisahan Tugas: Memisahkan tanggung jawab antara individu yang melakukan transaksi dan yang melakukan rekonsiliasi dapat membantu mengurangi risiko kesalahan dan penipuan. Pemeliharaan Catatan yang Teliti: Mencatat secara akurat setiap transaksi pada waktu terjadinya adalah kunci untuk rekonsiliasi yang lebih mudah dan efektif. Pengawasan dan Analisis Rutin: Melakukan analisis rutin terhadap perbedaan yang sering muncul dalam rekonsiliasi dapat membantu mengidentifikasi masalah prosedural atau keamanan yang perlu diatasi. Kesimpulan Rekonsiliasi bank merupakan aspek kritis dari pengelolaan keuangan yang baik, memastikan keakuratan catatan keuangan, dan membantu dalam deteksi dini kesalahan atau penipuan. Melakukan rekonsiliasi secara teratur dan mengikuti praktik terbaik tidak hanya membantu dalam menjaga kesehatan finansial suatu entitas tetapi juga mempersiapkannya untuk audit eksternal dengan lebih baik. Mengingat pentingnya proses ini, sangat disarankan untuk memanfaatkan alat dan teknologi yang tersedia untuk memaksimalkan efisiensi dan keakuratan rekonsiliasi bank.

Laporan Keuangan, Pembukuan, software akuntansi, Training Accurate Desktop

License Service Did Not Start, Please Start Service! ACCURATE DEKSTOP 5

License Service Did Not Start, Please Start Service! ACCURATE DESKTOP 5 ACCURATE 5 License Service Did Not Start, Please Start Service! Muncul notifikasi “ACCURATE 5 License Service did not start, please start service! If This errror message still raised, uninstall and reinstall the program and try again. Contact CPSSoft for further information”. Terkait hal ini, bisa di cek:Ke menu start | control panel | administartive tools | services | pastikan ACCURATE 5 license service dalam status started dan startup nya adalah Automatic (Delayed Start). Jika dalam status stop maka di klik start.  Selanjutnya jika ACCURATE 5 license service dalam status stop dan tidak bisa di klik start maka:– Klik start task manager – Selanjutnya klik kanan  aclicfivsvc.exe | klik End Process Tree Tutup ACCURATE 5 dan kemudian Ke menu start | control panel | administartive tools | services | pastikan ACCURATE 5 license service sudah started dan jika masih stop di klik started, lalu jika sudah berhasil start maka bisa di coba buka ACCURATE 5 kembali. Lalu jika masih tidak bisa di started kan, coba uninstall bersih ACCURATE 5 dan caranya klik disini Sebelum uninstall maka unregister ACCURATE 5 yang sebelumnya sudah di registrasi dengan mengikuti cara B yang ada di link ini Setelah unregister dan uninstall ACCURATE 5, bisa didownload ACCURATE 5 di www.cpssoft.com | download sesuai dengan build dan varians.  Setelah selesai di install maka register kembali ACCURATE 5 yang telah bisa dibuka dari menu help | register.

Accurate Online, Laporan Keuangan, Pembukuan

9 Cara Mengelola Keuangan Usaha Agar Tidak Mengalami Kerugian – Accurate Online

9 Cara Mengelola Kueangan Usaha Agar Tidak Mengalami Kerugian – Accurate Online Dalam menjalankan usaha, mengatur seluruh aspek keuangan merupakan hal yang penting. Kamu harus memikirkan seluruh aspek keuangan sebelum kamu memulai atau bahkan berkeinginan untuk mengembangkan bisnismu. Namun dalam mengatur itu semua, tidaklah mudah. Banyak sekali pebisnis yang mengalami kerugian karena ketidak mampuan mereka dalam mengelola keuangan bisnisnya dengan baik. Cara Mengelola Keuangan Usaha Untuk mencegah bisnismu dari mengalami kerugian, kamu harus tahu bagaimana cara mengelola keuangan usaha dengan baik. Melalui artikel ini, akan dibahas beberapa cara dalam mengelola keuangan usaha secara efektif agar tidak mengalami kerugian. Baca artikel ini sampai habis, ya! 1. Membuat Perencanaan Keuangan Dengan Detail Membuat perencanaan keuangan merupakan hal yang sangat penting dari semua cara mengelola keuangan usaha kamu. Kamu bisa membuat perencanaan keuangan usahamu untuk beberapa periode ke depannya. Dengan begitu, kamu bisa membuat perencanaan keuangan dan menemukan prioritas dalam usahamu. Sehingga kamu bisa menghindari pengeluaran yang tidak terduga dan di luar rencanamu. 2. Mencatat Pengeluaran Dengan Detail Mencatat pengeluaran usaha bisa membantu kamu untuk melacak semua biaya pengeluaran dan mengelola pembukuan keuanganmu dengan lebih detail dan rinci. Kamu harus mencatat pengeluaranmu disertai dengan bukti pengeluaran maupun pendapatan yang terjadi pada kurun waktu tertentu, seperti satu bulan misalnya. Dalam catatan ini, kamu juga bisa memasukkan laporan laba-rugi, sehingga kita bisa mengontrol semua transaksi usaha kamu. 3. Memiliki Format Catatan Keuangan Dalam mencatat pengeluaran untuk usaha, ada baiknya kamu memiliki format pencatatan keuangan, jadi pembukuan keuanganmu bisa lebih rapih dan lebih mudah juga untuk kamu membacanya. Ada beberapa format pencatatan keuangan yang bisa kamu terapkan pada pembukuan kamu, misalnya: Catatan Stok: Adanya catatan stok dapat membantu kamu mengetahui produk mana yang terjual lebih laris dan mana yang tidak terlalu laris atau lamban penjualanynya. Dengan begitu, kamu bisa menentukan barang mana yang lebih disukai dan bisa kamu stok lebih banyak. Catatan ini berupa catatan modal usahamu yang berbentuk stok produk. Catatan Kas: Catatan ini berisi seluruh transaksi dalam usahamu, transaksi masuk dan keluar. Catatan yang biasa disebut buku kas ini berfungsi untuk membuat kamu lebih waspada ketika menggunakan keperluanmu, karena catatan kas ini bisa membantu memantau status saldo kasmu terkini. Catatan Piutang: Dengan adanya catatan piutang, kamu tidak akan kehilangan jejak piutang yang belum dibayar. Kamu juga bisa menggunakan data ini untuk membuat analisis lanjutan saat mengatur arus kas usahamu. Catatan Utang:  Tidak kalah penting dari catatan lainnya, kamu harus mencatat utang yang kamu miliki. Adanya catatan ini juga bisa mengingatkan kamu akan tenggat waktu pembayaran hutang yang harus kamu bayar. 4. Pisahkan Keuangan Usaha dan Pribadi Tidak kalah pentingnya, dalam mengelola keuangan agar tidak mengalami kerugian adalah memisahkan keuangan usaha dan pribadi. Dengan memisahkan keuangan usaha dan pribadi, kamu bisa membedakan mana saja pengeluaran dan pemasukan yang kamu dapatkan dari masing-masing pemasukan. Dengan begitu, keduanya tidak tercampur dan tidak akan menyulitkan perhitungan bisnismu. Harus diingat juga jika kamu tidak boleh menggunakan keuangan usaha untuk urusan pribadimu dan juga sebaliknya. 5. Memutar Keuntungan Kas Usaha Sebagai pelaku bisnis, kamu pasti ingin mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Kamu tentu boleh menikmati keuntungan yang kamu dapat dari bisnismu. Namun, akan lebih baik jika kamu bisa memutar keuntungan yang kamu dapatkan dari bisnismu untuk mengembangkan usahamu. Dengan memutar keuntungan yang kamu dapatkan menjadi hal yang produktif seperti usaha yang kamu jalankan, kamu tentu bisa menjadikan bisnismu lebih baik lagi serta lebih menguntungkan lagi untuk ke depannya. 6. Menyiapkan Dana Darurat Menyiapkan dana darurat bisa berguna ketika ada kejadian darurat yang menimpa bisnismu. Adanya dana ini penting agar bisnismu bisa tetap berjalan meskipun kondisi keuangan sedang memburuk. Kamu bisa menyisihkan sebagian pemasukan usahamu dan menyimpannya untuk keperluan darurat saja. 7. Melakukan Evaluasi Performa Usaha Sebagai pemilik bisnis, kamu harus melakukan evaluasi performa usaha yang kamu miliki. Karena dengan melakukan evaluasi keuangan usahamu, kamu bisa mengetahui kekurangan, maupun kelebihan performa keuangan usahamu. 8. Menghemat Pengeluaran Meskipun pengeluaran bisnis yang kamu jalankan sudah cukup besar, kamu tetap harus menghemat pengeluaranmu, karena dengan berhemat kamu bisa mengatur keuangan usahamu lebih baik untuk mengantisipasi bisnismu jika mengalami masalah keuangan. 9. Terus Belajar Tentang Keuangan Dalam mengelola keuangan usaha, kamu harus belajar tentang keuangan. Anggap saja belajar ini menjadi salah satu investasi untuk bisnis dan pengetahuanmu di masa depan. Banyak hal tentang keuangan yang bisa kamu pelajari, seperti membaca laporan keuangan. Ketika kamu bisa membaca laporan keuangan, kamu bisa mengetahui arti dan menganalisa laporan keuangan untuk bisnismu. Itulah beberapa cara mengelola keuangan usaha agar tidak mengalami kerugian yang bisa kamu terapkan pada bisnismu. Ketika kamu mengelola keuangan usahamu dengan baik, usahamu bisa terhindar dari berbagai masalah keuangan yang bisa saja berujung pada kerugian. Jika kamu mengalami kesulitan ketika mengelola keuangan secara manual, kamu bisa berinvestasi pada software akuntansi yang bisa membantu kamu meminimalisir terjadinya kesalahan dalam mencatat keuanganmu. Salah satu software akuntansi yang bisa kamu coba adalah Accurate. Dengan menggunakan Accurate, kamu bisa mencatat pengeluaran-pemasukan lebih mudah dengan Accurate yang telah terintegrasi dengan iSeller. Coba Accurate sekarang, yuk! 

akuntansi, Marketing, Pembukuan

Coin Laundry: Bisnis Modern yang Menjanjikan Banyak Keuntungan

Coin Laundry: Bisnis Modern yang Menjanjikan Banyak Keuntungan Bisnis merupakan salah satu bentuk investasi yang bisa dilakukan untuk menjamin masa depan. Tentunya, bisnis yang dimaksud adalah bisnis yang tak hanya menjanjikan keuntungan, melainkan juga yang bisa bertahan untuk waktu lama. Dalam hal ini, coin laundry adalah satu di antara bisnis jasa yang menguntungkan tersebut dan bisa bertahan di tengah era apapun, sebab tergolong sebagai hal yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Coin laundry atau laundry koin adalah jenis pelayanan laundry dengan sistem swalayan atau self-service. Dimana yang bertugas untuk mencuci baju kotor Anda bukanlah pegawai toko laundry, melainkan Anda sendiri dengan menggunakan mesin cuci yang disediakan. Dari sisi konsumen, hal ini menjadi poin plus karena privasi pakaian yang lebih terjaga dan tidak akan tercampur dengan milik orang lain. Konsumen pun tidak perlu membuang waktunya dengan menunggu hingga beberapa hari sampai bajunya selesai di-laundry. Sebab, begitu Anda mendapatkan akses berupa koin/logam/token, Anda bisa langsung menggunakan mesin cuci dan mencuci baju milik Anda. Namun, apa keuntungan ini hanya bisa dirasakan oleh konsumen? Tentu tidak. Dari sisi pemilik bisnis, bisnis coin laundry juga menjanjikan keuntungan dan keunggulan dari berbagai aspek, yang tentunya bisa dipertimbangkan alih-alih membuka bisnis laundry drop-off yang telah umum ada. Kelebihan Bisnis Coin Laundry 1. Transaksi di Bayar Secara Tunai di Awal Pada bisnis coin laundry, pelanggan harus menukar uang tunai dengan koin atau token sebelum bisa menggunakan mesin cuci. Setelah mendapatkan koin dan memasukkannya ke tempat koin mesin cuci, mesin baru akan berputar dan pelanggan hanya perlu menunggu sampai proses pencucian selesai. Hal ini akan sangat memudahkan pembukuan bagi pelaku bisnis karena uang dibayarkan secara tunai di awal. Berbeda dengan laundry drop-off yang sistem umumnya meliputi menimbang pakaian kotor, menjumlahkan harga total, dan melakukan pembayaran setelah baju selesai dicuci. Hal ini meningkatkan resiko konsumen untuk lupa dan baru mengambil cuciannya setelah berminggu-minggu. 2. Biaya Operasional yang Rendah Umumnya, bisnis coin laundry hanya membutuhkan satu orang karyawan per-shift. Namun, jika Anda tidak ingin mempekerjakan karyawan, Anda bisa menggunakan vending machine yang digunakan sebagai alat penukar uang tunai dengan koin. Ketika Anda memutuskan untuk menggunakan konsep swalayan atau self-service murni, maka pengeluaran untuk biaya operasional bisnis Anda pun akan semakin rendah. 3. Minim Resiko Resiko yang umum muncul dan harus dihadapi oleh para pelaku bisnis laundry, khususnya laundry kiloan, biasanya meliputi komplain dari pelanggan yang mendapati pakaiannya hilang, rusak, atau tertukar. Bisa juga hasil cucian yang diniali kurang bersih ataupun kurang wangi. Hal ini bisa menurunkan kepuasan pelanggan sekaligus membuat mereka enggan untuk memakai jasa laundry kita lagi. Namun, pada bisnis coin laundry, resiko-resiko tersebut akan sangat minim terjadi. Sebab, sistem mesin cuci akan selalu bekerja sesuai standar. Pelanggan pun bertanggung jawab atas cuciannya sendiri. Pada akhirnya, kepuasan pelanggan akan cenderung terjaga. 4. BEP Cenderung Lebih Cepat Bisnis coin laundry juga dapat memberikan profit dan balik modal yang cenderung cepat. Selama Anda menempatkan bisnis laundry koin di area yang strategis seperti perkantoran, apartemen, hingga mall, maka akan sangat mugkin bagi Anda untuk mendapatkan balik modal dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Terlebih lagi, bisnis ini bisa dibuka 24/7 tanpa henti. Sebab, kapasitas jam kerja mesin coin laundry lebih lama dari mesin laundry yang digunakan oleh mesin laundry kiloan. Proses cucinya pun lebih cepat, dimana memakan waktu paling lama selama 2 jam. 5. Business Plan yang Simpel dan Mudah Bisnis laundry koin juga tergolong sebagai bisnis yang mudah untuk dijalankan. Anda hanya perlu menyediakan tempat, membeli mesin laundry koin, dan pewangi pelembut. Jika belum bisa merekrut karyawan atau membeli vending machine, hanya dengan Anda sendiri pun bisnis ini akan tetap bisa berjalan. 6. Bisnis Masa Depan Bisnis coin laundry juga dianggap sebagai future industry atau industri masa depan yang mengacu pada lifestyle yang akan dicari oleh siapa pun dan kapan pun. Pelanggan akan merasa senang mencuci pakaian di tempat yang baru dan belum pernah ada sebelumnya. Layaknya sebuah gadget atau fashion, yang terbaru-lah yang akan dicari. Apabila terjadi revolusi budaya terkait self-service laundry, hal tersebut akan menjadi gaya hidup yang dicari banyak orang ke depannya. Penutup Coin laundry merupakan jenis bisnis yang bergerak di bidang jasa laundry yang memungkinkan pelanggan untuk mencuci pakaiannya sendiri dengan menggunakan mesin cuci yang disediakan. Bisnis ini menggambarkan wujud dari simbiosis mutualisme yang memberi keuntungan bagi pihak pemilik bisnis maupun pihak pelanggan. Keuntungan yang didapatkan dari sisi konsumen berupa privasi yang lebih terjaga hingga efektivitas dan efisiensi waktu. Sementara dari sisi pemilik bisnis, keuntungan yang didapat meliputi pembayaran yang dibayar di awal, biaya operasional yang rendah, minim akan resiko, BEP yang cepat, business plan yang mudah, serta jenis bisnis masa depan yang akan dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk dapat mewujudkan bisnis yang keberlangsungannya terjaga dalam waktu lama dan bisa menjadi investasi untuk menjamin masa depan, Anda perlu memastikan bahwa bisnis berjalan dengan semestinya, termasuk arus keuangan. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan metode pengelolaan dan pembuatan laporan keuangan secara lebih akurat, cepat, dan otomatis menggunakan software akuntansi dan bisnis bernama Accurate Online. Pasalnya, software ini menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis, salah satunya laporan arus kas. Berbagai fitur dan keunggulan juga tersedia secara lengkap dan bisa di akses kapan saja serta dimana saja. Menarik, bukan? Jika Anda ingin mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari, silahkan klik tautan gambar di bawah ini.

Accurate Online, akuntansi, Pembukuan, software akuntansi, Training Accurate, Training Accurate Desktop, Training Accurate Online

Profesional Training Accurate Online – Tangerang

Profesional Training Accurate Online – Tangerang Manfaat Pelatihan Training Accurate Accounting Software untuk Kemajuan Bisnis Pentingnya peran perangkat lunak akuntansi dalam dunia bisnis modern tidak dapat dipandang sebelah mata. Salah satu solusi yang muncul sebagai pilihan utama untuk menangani kebutuhan akuntansi perusahaan adalah Accurate Accounting Software. Namun, memiliki perangkat lunak yang canggih saja tidak cukup. Pelatihan yang tepat untuk menggunakan software tersebut merupakan langkah kunci untuk memanfaatkan semua fitur dan potensinya secara optimal. Berikut adalah beberapa manfaat pelatihan Accurate Accounting Software bagi kemajuan bisnis: 1. Peningkatan Efisiensi Operasional Pelatihan Accurate Accounting Software memungkinkan para pengguna untuk memahami alur kerja yang efisien dan optimal. Dengan memahami fitur-fitur utama software, para karyawan dapat menghemat waktu dalam melakukan tugas-tugas rutin seperti pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, dan manajemen inventaris. Ini mengurangi potensi kesalahan manusia dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. 2. Keakuratan Data dan Pelaporan yang Lebih Cepat Salah satu keunggulan Accurate Accounting Software adalah kemampuannya dalam menghasilkan data dengan tingkat akurasi yang tinggi. Melalui pelatihan yang baik, pengguna dapat memahami cara menggunakan perangkat lunak untuk memastikan keakuratan data transaksi. Selain itu, mereka dapat memanfaatkan fitur pelaporan yang canggih untuk menghasilkan laporan keuangan dengan cepat dan mudah, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. 3. Kepatuhan Terhadap Regulasi Perpajakan Bisnis harus selalu mematuhi regulasi perpajakan yang berlaku. Accurate Accounting Software dapat membantu dalam memastikan bahwa semua transaksi dan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan hukum. Dengan pelatihan yang baik, tim akuntansi dapat mengoptimalkan penggunaan software untuk mematuhi peraturan perpajakan yang berubah-ubah. 4. Manajemen Keuangan yang Lebih Efektif Pelatihan Accurate Accounting Software mencakup pengajaran tentang bagaimana menggunakan fitur-fitur untuk pengelolaan keuangan yang lebih baik. Ini melibatkan pemahaman tentang cara mengontrol arus kas, mengelola utang dan piutang, serta membuat proyeksi keuangan yang akurat. Dengan demikian, perusahaan dapat merencanakan strategi keuangan yang lebih baik untuk pertumbuhan jangka panjang. 5. Peningkatan Pengendalian Internal Dengan fitur-fitur pengendalian internal yang dimiliki oleh Accurate Accounting Software, pelatihan menjadi kunci untuk memahami bagaimana mengimplementasikan kontrol internal secara efektif. Ini mencakup pengelolaan izin akses, audit trail, dan penanganan konflik kebijakan internal. Dengan pemahaman yang baik, perusahaan dapat meminimalkan risiko kesalahan atau penyalahgunaan data. Kesimpulan Pelatihan Accurate Accounting Software adalah investasi yang berharga untuk kemajuan bisnis. Dengan memahami secara mendalam fitur-fitur yang dimiliki oleh perangkat lunak ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, keakuratan data, dan pengelolaan keuangan secara keseluruhan. Hal ini membantu perusahaan untuk tetap kompetitif dalam lingkungan bisnis yang terus berubah dan meningkatkan daya saing mereka di pasar. Oleh karena itu, pelatihan merupakan langkah yang sangat penting untuk memastikan bahwa Accurate Accounting Software digunakan secara maksimal untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis. Khusus Database Baru Accurate Online Ada Promo 1 Tahun Harga 2 jutaan Bonus 1 user Tambahan, Total 2 User Yang Anda Dapatkan *wajib membuat akun terlebih dahulu untuk mendapatkan promo Hubungi Kami Tinggal kan pertanyaan Anda dengan hub contact whatsapp di bawah, dan admin kami akan dengan senang hati menjawab segala pertanyaan Anda. Klik Whatsapp

akuntansi, Pembukuan

Berbagai Jenis Akun Riil Di Dalam Akuntansi – Accurate Online

Berbagai Jenis Akun Riil Di Dalam Akuntansi – Accurate Online Pada setiap perusahaan yang melakukan kegiatan pengelolaan keuangan pasti akan menerapkan prinsip dasar akuntansi. Di dalamnya, akun akan digolongkan menjadi dua bagian, yakni akun nominal dan akun riil. Secara umum, ilmu akuntansi ini berguna untuk melakukan kegiatan pencatatan atas kegiatan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan. Kegiatan keuangan ini nantinya akan disusun pada sistem akuntansi yang akan dilaporkan ke dalam bentuk laporan keuangan atau yang memiliki nama lain financial statement. Akun itu sendiri adalah suatu kata yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan. Selain itu, proses pencatatannya ditulis dalam bentuk transaksi sesuai dengan akun yang terkena pengaruh. Nah, untuk Anda yang ingin mengetahui lebih dalam tentang akun riil dan akun nominal, maka Anda bisa menyimak pembahasannya di bawah ini. Pengertian Akun Riil dan Nominal Dalam mencatat transaksi keuangan perusahaan, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu beberapa prinsip dasar akuntansi, salah satunya adalah mencatat akun. Dalam prosesnya, akun yang terdapat di dalam pencatatan akuntansi ini terbagi menjadi dua, yakni akun riil dan akun nominal. Real account atau akun riil ini adalah kelompok akun yang dicatat serta dilaporkan ke dalam neraca atau balance sheet di setiap pelaporan keuangan. Pada proses pencatatannya, kelompok akun riil mempunyai sejumlah saldo tetap atau permanen. Itu artinya, jumlah saldo dari akun riil ini tetap mempunyai nilai dalam setiap periode tertentu selama perusahaan masih beroperasi. Akun yang tergolong ke dalam akun riil adalah akun kelompok kewajiban, aset atau harta, dan juga modal. Di sisi lain, nominal account atau akun nominal adalah kelompok akun yang transaksinya dicatat di dalam laporan laba rugi perusahaan. Pada prosesnya, akun yang tergolong ke dalam closed account atau akun tertutup ini akan dicatat tanpa jumlah saldo. Akun ini sendiri terdiri dari dua jenis, yakni akun beban dan akun pendapatan atau akun penjualan.   Jenis-jenis Akun Riil dan Akun Nominal Akun Riil Perlu Anda ketahui bahwa akun riil terbagi menjadi tiga kelompok, yakni hutang, aktiva atau harta, dan ekuitas atau modal. Berikut ini adalah penjelasan. 1. Hutang atau Kewajiban Hutan atau kewajiban adalah kelompok akun hutang yang menjadi suatu kewajiban dan harus dilunasi oleh perusahaan. Artinya, hutang akan terjadi dan dicatat ketika perusahaan sudah menggunakan barang atau jasa lebih dahulu. Akun kewajiban atau akun hutang ini pun harus dicatat jangka waktu pengembalian atau pelunasannya. 2. Harta atau Aktiva Harta atau aktiva termasuk ke dalam akun riil yang biasanya terbagi lagi menjadi deposito, kas dan juga piutang usaha. Akun yang terdapat di dalam kelompok harta ini berguna sebagai alat utama yang bisa digunakan di dalam kegiatan operasional perusahaan. 3. Modal atau Ekuitas Akun modal atau akun ekuitas adalah suatu total kekayaan atau aset dari sebuah perusahaan. Akun ini bisa dicatat dan diperoleh dalam bentuk tanah, uang, bangunan, dan bentuk lainnya milik perusahaan itu sendiri. Akun modal ini akan dilaporkan di dalam balance sheet atau neraca ketika periode telah berakhir karena termasuk ke dalam kategori akun riil. Akun Nominal Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, akun nominal ini terbagi menjadi dua kelompok, yakni akun beban dan akun pendapatan. Berikut ini adalah penjelasannya. 1. Beban Beban tergolong ke dalam kelompok akun nominal. Beban adalah sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka menjalankan kegiatan perusahaan. Contohnya seperti beban perlengkapan, biaya penjualan, dan berbagai beban lainnya. Sama halnya seperti pendapatan, beban pun dibagi lagi menjadi dua kelompok, yakni beban operasional dan berbagai beban lainnya. Jadi, beban operasional adalah beban yang harus dikeluarkan oleh pihak perusahaan dalam rangka menjalankan kegiatan operasional. Sedangkan beban lainnya dicatatkan sebagai beban yang tidak berhubungan dengan aktivitas utama perusahaan. Dalam prosesnya, beban lainnya ini umumnya terjadi secara tiba-tiba dan tidak tentu dari sisi nominal yang harus dibayar. 2. Pendapatan Pendapatan termasuk ke dalam jenis kelompok akun nominal. Akun pendapatan adalah akun yang mencatat adanya penambahan jumlah aset dari kegiatan operasional perusahaan. Dalam prosesnya, akun pendapatan ini diperoleh dan dicatat dengan berdasarkan penjualan barang ataupun jasa dalam kurun waktu satu periode. Akun pendapatan pun terbagi menjadi dua jenis, yakni akun pendapatan operasional dan pendapatan lainnya. Pendapatan operasional adalah pendapatan yang dicatat dengan berdasarkan aktivitas penjualan ataupun kegiatan utama dari operasional perusahaan. Sedangkan pendapatan lain di dapat dan dicatat dengan berdasarkan pendapatan yang tidak tetap, seperti dari bunga dan juga komisi. Tujuan Pengelompokkan Akun Kegiatan pengelompokkan akun berdasarkan akun nominal dan akun riil ini sudah sering dilakukan. Sudah banyak juga perusahaan besar yang membagi berbagai akun tersebut di dalam pencatatan keuangan. Ada berbagai alasan kenapa pembagian akun dicatat dengan menggunakan dua akun tersebut, yaitu: 1. Membedakan Setiap Akun Akun riil dan akun nominal dicatat dengan berdasarkan kelompoknya. Hal tersebut dilakukan agar bisa melihat dan mengelompokkan jenis akun secara lebih detail dan juga sesuai dengan sifatnya. Selain itu, tujuannya juga agar pencatatan dalam suatu sistem bisa dilakukan secara lebih mudah. 2. Sumber Informasi Dengan memeriksa pencatatan yang terdapat pada akun nominal dan akun riil, maka perusahaan bisa memperoleh berbagai jenis informasi. Contohnya adalah untuk melihat informasi dengan berdasarkan akun riil, perusahaan bisa melihat laporan keuangan dengan bentuk neraca. Sedangkan untuk melihat akun nominal, perusahaan bisa melihatnya secara langsung di dalam laporan laba rugi. 3. Pertumbuhan Aset Dengan adanya akun nominal dan akun riil, perusahaan juga bisa mengetahui pertumbuhan asetnya. Caranya adalah dengan melihat nominal yang tertera pada akun jenis kewajiban, aktiva, modal, serta pendapatan. Sehingga, perkembangan aset bisa diketahui dan juga diprediksi, serta menjadi salah satu referensi untuk mengambil keputusan perusahaan yang tepat. Penutup Dengan adanya penjelasan di atas, bisa kita ketahui bahwa akun adalah suatu keterangan yang digunakan untuk bisa mewakili berbagai transaksi kegiatan keuangan dan mewakili transaksi keuangan yang dicatatkan. Dalam kegiatan operasional bisnis, akun pun terbagi menjadi dua, yakni akun nominal dan akun riil. Akun riil adalah kelompok akun yang dicatat dan dilaporkan kedalam laporan neraca atau balance sheet pada setiap pelaporan keuangan. Kelompok akun yang tergolong ke dalam akun riil adalah harta atau aset, kewajiban atau hutang, dan modal. Di sisi lain, akun nominal adalah kelompok akun yang transaksinya dicatat di dalam laporan laba rugi dan terdiri dari dua jenis akun, yakni akun beban dan akun pendapatan atau penjualan. Terdapat beberapa tujuan pengelompokkan akun berdasarkan akun riil dan akun nominal. Beberapa tujuannya adalah agar bisa membedakan setiap akun, sebagai sumber informasi yang

akuntansi, Marketing, Pembukuan

Apa itu White Label Marketing? Ini Pengertian dan Cara Melakukannya!

Apa itu White Label Marketing? Ini Pengertian dan Cara Melakukannya! Sebuah perusahaan ada kalanya melakukan kegiatan outsource agar bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya. Nah, salah satu bentuk dari outsource tersebut adalah white label marketing. White label marketing akan terjadi saat suatu perusahaan memanfaatkan jasa perusahaan lain agar bisa mengembangkan ide produk hingga mengeksekusi layanan ataupun strategi marketing-nya. Sudah banyak sekali perusahaan yang melakukan kegiatan ini agar bisnisnya bisa semakin berkembang dan mendapatkan audiens yang lebih luas. Nah pada kesempatan kali ini, kami sudah merangkum berbagai hal tentang white label marketing yang perlu Anda ketahui. Apa itu White Label Marketing? Dilansir dari laman Boost Blog, white label marketing adalah suatu kondisi dimana perusahaan, brand atau agensi menggunakan jasa dari pihak eksternal perusahaan dalam melakukan aktivitas marketing-nya. Tapi, produk dari strategi marketing ini sudah dibuat dan akan tetap menjadi milik brand atau perusahaan yang menggunakan jasa pihak eksternal. White label marketing akan memungkinkan suatu brand dalam melakukan kampanye pemasaran sampai berinteraksi dengan konsumen tanpa harus memakan biaya yang tinggi. Sehingga, hal tersebut akan memungkinakn perusahaan untuk bisa mengalokasikan sumber dayanya pada hal lain demi kebutuhan perkembangan bisnis. Nah, beberapa unsur kampanye pemasaran yang banyak dilakukan dalam white label marketing adalah SEO, digital advertisement, kampanye di media sosial, konten media sosial, konten kampanye tertulis, desain website, inbound marketing, dan email marketing. Setiap perusahaan ataupun brand, baik itu yang masih baru terbentuk ataupun yang sudah besar, bisa menggunakan kegiatan ini untuk kebutuhan strategi pemasarannya. Contohnya, suatu brand yang baru dibangun dan belum mempunyai tim marketing internal bisa menggunakan jasa agensi digital marketing untuk kebutuhan pemasarannya. Contoh lainnya adalah suatu agensi marketing yang baru berkembang bisa menggunakan kegiatan ini dalam menawarkan layanan tambahan untuk kliennya saat ini. Selain itu, perusahaan dengan skala yang besar pun bisa menggunakan kegiatan ini dalam membuat rencana pemasaran yang sudah dimilikinya agar semakin matang sebelum dijalankan. Manfaat White Label Marketing Berikut ini adalah beberapa manfaat dari white label marketing seperti yang dirangkum dari laman Indeed: Menghemat biaya saat perusahaan atau brand ingin melakukan kampanye pemasarannya Memungkinkan sumber daya dan alokasi waktu untuk proyek lain yang dimiliki perusahaan atau brand tersebut Memberikan layanan pemasaran yang lebih banyak untuk konsumen dan klien Meningkatkan efektivitas dari rencana pemasaran yang dimiliki perusahaan Mampu mengakses teknologi marketing terbaru yang bisa digunakan dan juga dimanfaatkan Memperoleh pendapatan tambahan dari layanan marketing yang semakin beragam. Tips Melakukan White Label Marketing Terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan strategi yang satu ini. Dilansir dari laman Indeed, beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar kegiatan white label marketing berjalan dengan lancar adalah sebagai berikut: 1. Pertimbangkanlah Kelemahan dan Kekuatan Brand atau Perusahaan Anda Saat Anda ingin melakukan kegiatan ini, cobalah untuk mempertimbangkan kelemahan dan juga kelemahan yang dimiliki brand atau perusahaan Anda. Contohnya, agensi A ingin meningkatkan layanan yang bisa mereka berikan untuk kliennya. Setelah mengevaluasi lebih lanjut, diketahui bahwa agensi A mempunyai tim digital advertising yang baik. sehingga, agensi A membuat keputusan bahwa layanan digital advertising bisa dilakukan secara in-house. Berdasarkan evaluasi tersebut, diketahui bahwa agensi A kekurangan seorang SEO writer. Nah, agar agensi A mampu memberikan layanan penulisan SEO untuk pelanggan, maka mereka bisa melakukan kegiatan ini. Dengan memikirkan kekuatan dan kelemahan, maka suatu perusahaan atau brand bisa membuat rencana pemasaran dengan white label marketing yang sesuai dengan keperluannya! 2. Perjelaslah Brand dan Gaya yang Anda Digunakan Bila Anda tertarik untuk melakukan white label marketing, maka tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah memperjelas deskripsi dan gaya brand Anda. Anda pun bisa membuat suatu guide terkait gaya branding yang Ingin Anda gunakan untuk pihak eksternal yang nantinya akan menjalankan rencana pemasaran Anda. Sehingga, Anda akan lebih terbantu dalam mengekspresikan ide dan tujuan Anda akan terwakili oleh tim marketing eksternal yang telah Anda pilih. 3. Pikirkanlah Layanan yang Akan Diperlukan Klien Untuk Anda yang menjalankan bisnis agensi, saat Anda berencana dalam melakukan kegiatan ini, cobalah untuk memikirkan dan mempertimbangkan layanan yang akan diperlukan oleh konsumen atau klien Anda. Contohnya, agensi atau perusahaan Anda menyediakan layanan content writing untuk kampanye pemasaran klien. Lalu, saat ini beberapa klien Anda meminta Anda untuk membuat konten media sosialnya sebagai bagian dari kampanye marketingnya. Nah, Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan kegiatan ini guna memberikan layanan tambahan tersebut untuk klien Anda tersebut. 4. Lakukan Analisis Kampanye Marketing yang Sudah Anda Lakukan Sebelumnya Saat Anda melakukan white label marketing, pastikanlah untuk melakukan analisa terkait kampanye marketing yang sebelumnya sudah Anda lakukan. Lakukanlah analisis elemen kampanye marketing apa saja yang sukses dan bagian mana saja yang bisa Anda perbaiki. Bila terdapat elemen kampanye marketing yang sukses, lakukanlah secara in-house saja. Selanjutnya, jika terdapat elemen yang bisa diperbaiki, maka Anda bisa mempertimbangkan dalam melakukan kegiatan ini. 5. Evaluasi Laporan Keuangan Dengan melakukan evaluasi pada laporan keuangan, maka Anda akan terbantu dalam menyiapkan anggaran yang pas dalam melakukan white label marketing. Anda bisa membandingkan biaya untuk kegiatan pemasaran Anda dengan berdasarkan data penjualan. Bila Anda merasa biaya pemasaran Anda terlalu besar dan tidak memberikan dampak yang memuaskan, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan kegiatan ini. Namun, mendapatkan laporan keuangan yang akurat bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi bila melakukannya secara manual. Untuk itu, gunakanlah sistem POS atau aplikasi kasir dari Accurate POS. Aplikasi luar biasa ini telah terintegrasi dengan ekosistem Accurate Online, sehingga, selain mampu mempercepat dan mencatat transaksi secara otomatis, Accurate POS juga mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat. Di dalamnya pun sudah dilengkapi dengan berbagai fitur luar biasa lainnya yang akan memudahkan Anda dalam mengembangkan bisnis. Penasaran apa saja? silahkan coba dulu selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

akuntansi, Pembukuan

Rekapitulasi Jurnal dan Cara Melakukannya – Accurate Online

Rekapitulasi Jurnal dan Cara Melakukannya – Accurate Online Sebagian dari Anda pasti sudah sering mendengar tentang rekapitulasi jurnal. Rekapitulasi adalah suatu tahapan yang sangat penting di dalam siklus akuntansi. Tanpa adanya tahap ini, maka proses perekapan tidak bisa berjalan dengan baik. Bila terdapat kesalahan di dalam rekapitulasi, maka jurnal dan juga pembukuan tidak akan bisa dimasukan ke dalam buku besar. Untuk itu, sangat penting sekali untuk melakukan rekapitulasi sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Lalu, bagaimana cara melakukan rekapitulasi jurnal? Tenang, karena kami sudah merangkum caranya pada artikel di bawah ini. Pengertian Rekapitulasi Jurnal Secara umum, rekapitulasi adalah ringkasan ataupun akhir dari suatu laporan, atau bisa disebut juga sebagai akhir dari perhitungan. Di dalam dunia akuntansi, rekapitulasi jurnal adalah kegiatan akumulasi secara menyeluruh pada setiap kolom debit. Saat proses rekap dilakukan, setiap kesalahan kemungkinan bisa diminimalisir dengan baik. Terlebih lagi saat rekapan tersebut diposting ke dalam buku besar, maka nanti hasilnya akan lebih tertata rapi. Cara ini juga bisa membuat proses pencatatan di dalam buku besar menjadi lebih mudah. Siklus Perencanaan Rekapitulasi jurnal Untuk Anda yang masih awam tentang cara melakukan rekapitulasi jurnal, berikut ini adalah panduan yang bisa coba Anda ikuti: 1. Mencatat Semua Transaksi di Jurnal Umum Tahap pertama yang harus Anda lakukan adalah mencatat transaksi kedalam jurnal umum. Dengan mencatat seluruh transaksi, maka Anda akan lebih mudah dalam melakukan perhitungan. Contohnya saat perusahaan melakukan perbelanjaan dengan menggunakan uang kas untuk keperluan membeli mobil baru, maka kas pun akan secara otomatis berkurang. Pencatatan pun kemudian akan dilakukan, bersamaan dengan memberikan bukti transaksi pada bagian yang berkaitan. Jika perusahaan hanya akan melakukan transaksi pada jumlah yang kecil, maka pencatatan rekapitulasi jurnal pun bisa dilakukan pada jurnal umum. Tapi bila memang jumlahnya banyak, maka harus segera dilakukan pengelompokkan. Pengelompokkan atau klasifikasi ini bisa dilakukan dengan cara membedakan transaksi yang sudah dilakukan. Contohnya seperti transaksi tiap minggu, nominal jumlah dana yang dihabiskan, dan juga kapan transaksi harus dilakukan. 2. Catat di Buku Besar Pembantu Bila sudah selesai, maka Anda bisa melanjutkannya dengan mencatat di buku besar pembantu atau yang lebih dikenal dengan buku besar. Tujuannya adalah agar proses pencatatan bisa dibuat lebih rapi. Dengan menggunakan akun besar, maka proses rekapitulasi jurnal bisa dilakukan dengan melakukan perubahan kredit atau debit. Pencatatan pada akun tertentu seperti piutang maupun utang bisa dijadikan sebagai informasi dasar dalam membuat neraca saldo. Cara melakukan rekap juga akan lebih mudah dengan memanfaatkan aplikasi atau program yang mampu menunjang kegiatan akuntansi. Selain lebih memudahkan kegiatan pencatatan, penyelesaian pun nantinya bisa dilakukan secara mudah. 3. Pembuatan Neraca Saldo Jika seluruh perencanaan saldo telah dilakukan dengan baik, maka selanjutnya Anda bisa menyiapkan saldo percobaan. Seluruh akun dengan saldo debit ini nantinya akan disimpan di bagian kolom kiri, dan saldo kredit akan ditempatkan di sisi kanan. Karena memang menggunakan buku besar dan penunjang, maka rekapitulasi jurnal pun harus dilakukan secara lebih teratur. Biasanya, kegiatan akuntansi bisa dilakukan setiap minggu atau setiap bulan. Anda harus bisa melakukan penyesuaian tergantung dengan perusahaan Anda. 4. Jurnal Penyesuaian Tahap selanjutnya adalah mengisi jurnal penyesuaian. Jurnal ini merupakan entri jurnal yang dibuat di dalam akhir periode saja. Fungsinya adalah untuk melakukan koreksi akun sebelum dibuatnya laporan keuangan. Terdapat tiga entri jurnal penyesuaian, yaitu pembayaran yang dilakukan dimuka, akrual, serta pengeluaran secara non tunai. Seluruh transaksi ini wajib dicatat secara baik oleh akuntan. Setiap entri yang digunakan akan menyesuaikan dengan pengeluaran ataupun pendapatan pada periode yang sebelumnya sudah dipilih. Konsep ini akan lebih mempermudah proses perhitungan saat dilakukan rekapitulasi jurnal. 5. Penyesuaian Neraca Saldo Neraca saldo adalah penyesuaian daftar seluruh akun perusahaan. Neraca ini akan hanya muncul di dalam laporan keuangan bila jurnal sudah dibuat. Terdapat dua cara yang umumnya digunakan untuk membuat neraca saldo, yaitu dengan memposting akun ke saldo setelah dilakukan penyesuaian atau menggunakan saldo percobaan terlebih dulu tanpa dilakukan penyesuaian. Anda harus memasukan akun mana yang akan masuk ke dalam rekapitulasi jurnal, karena hanya akun aktif saja yang masuk ke dalam neraca saldo. Bila akun hanya mempunyai nomor saldo, maka Anda tidak diwajibkan untuk mencatatnya pada neraca saldo. 6. Membuat Laporan Keuangan Selanjutnya adalah dengan membuat laporan keuangan, termasuk di dalam laporan laba rugi, laporan neraca, laporan laba tertahan, laporan arus kas, dan lain sebagainya. Tujuan dari akuntansi keuangan perusahaan adalah menulis setiap siklus akuntansi. Sehingga, bisa kita simpulkan bahwa konsep dalam pelaporan keuangan dan siklus akuntansi adalah hanya fokus pada penyediaan informasi saja. Tapi, informasi yang tersaji harus jelas sesuai dengan fakta lapangan. 7. Membuat Lembar Kerja Akuntansi Lembar kerja akuntansi adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu akuntan dalam membuat rekapitulasi jurnal. Selain itu, lembar kerja akuntansi pun bisa digunakan untuk membuat laporan akhir tahun. Lembar kerja ini berfungsi untuk melacak setiap tahapan di dalam siklus akuntansi. Biasanya, dokumen ini mempunyai lima set kolom yang dimulai dari akun saldo percobaan. Itu artinya, lembar kerja akuntansi adalah lembaran kerja yang menampilkan siklus akuntansi. Setiap langkah dan transaksinya, seperti kredit, debit dan total saldo harus dihitung secara seksama. 8. Membuat Jurnal Penutup Bila seluruh entri telah dimasukkan, berikut dengan seluruh transaksi perusahaan, maka selanjutnya Anda bisa membuat jurnal penutup. Jurnal penutup di dalam rekapitulasi jurnal hanya dibuat bila seluruh akun dihapus secara sementara dan ditransfer ke akun secara permanen. Di dalam bisnis perdagangan, jurnal penutup ini sama seperti menutup buku. Akun sementara yang merupakan akun laporan laba rugi nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan melacak kegiatan selama periode waktu tertentu. Lain halnya dengan akun permanen, yang merupakan akun untuk melacak kegiatan dengan daya tahan yang lebih lama, seperti aset tetap perusahaan. 9. Membuat Ringkasan Penghasilan Bagian selanjutnya dalam melakukan rekapitulasi jurnal adalah akun ringkasan penghasilan. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan saldo akun laba rugi, akun pengeluaran, akun pendapatan, dan akun penutupan dari siklus akuntansi. Jadi, akun ringkasan hanyakan pengganti saldo akun pada akhir periode. Saat entri penutupan sudah berhasil dibuat, maka laporan keuangan dan juga kegiatan akuntansi sudah memasuki tahap akhir. 10. Neraca Saldo Tutup Buku Seluruh akun yang sudah selesai dihitung di dalam rekapitulasi jurnal harus diposting ke dalam buku besar. Kegiatan ini seringkali dikenal dengan neraca saldo tutup buku dan sangat identik dengan akun yang terdapat

Pembukuan, software akuntansi

Sistem Pembayaran Digital, ini Pengertian dan Jenis-jenisnya

Sistem Pembayaran Digital, Ini Pengertian dan Jenis-jenisnya Hingga saat ini, beberapa orang masih ada yang kebingungan terkait sistem pembayaran digital. Hal tersebut patut dimaklumi karena metode pembayaran yang satu ini memiliki keterkaitan yang erat dengan bisnis teknologi modern. Nah, untuk Anda yang ingin mengetahui berbagai sistem pembayaran digital, kali ini kami akan membahasnya secara ringkas untuk Anda. Apa Itu Sistem Pembayaran Berbasis Digital? Sistem pembayaran digital, atau yang umumnya dikenal dengan pembayaran online atau elektronik, adalah suatu proses transfer nilai dari suatu akun pembayaran ke akun pembayaran lainnya dengan menggunakan perangkat digital seperti sistem POS, smartphone, atau menggunakan komunikasi digital, seperti komputer atau data nirkabel seluler. Sedangkan pengertian sistem pembayaran digital secara umum adalah pembayaran yang dilakukan dengan metode transfer bank, kartu pembayaran, atau uang digital. Jadi, pembayaran digital adalah jenis pembayaran yang sifatnya cashless, paperless, dan juga contactless. Kehadiran teknologi seperti mesin elektronik atau AI sudah membantu dunia dalam menerima pertukaran transaksi yang lebih nyaman. Berdasarkan suatu penelitian di tahun 2020 lalu, jumlah orang yang telah menggunakan sistem pembayaran online telah meningkat sebanyak 5,4%. Sehingga, pasar pembayaran sudah tumbuh dengan sangat pesat dan sudah banyak penduduk yang akrab dengan sistem pembayaran tersebut. Walaupun kami bisa menjelaskan sistem pembayaran elektronik, tapi pada dasarnya tidak ada pengertian pasti tentang pembayaran digital yang bisa diterima secara umum. Pasalnya, pembayaran ini bisa dilakukan sebagian atau secara penuh. Contoh dari pembayaran digital sebagian adalah pembayaran yang mana pihak pelanggan dan penjual menggunakan uang tunai melalui pihak agen ketiga, dengan penyedia melakukan transfer bank digital. Sedangkan contoh pembayaran digital secara penuh adalah pelanggan yang membayar produk secara digital pada agen yang mau menerimanya secara digital, namun penjual mendapatkan pembayaran secara tunai dari agen tersebut. Jenis-jenis Sistem Pembayaran Digital Berikut ini adalah berbagai jenis sistem pembayaran digital: 1. Kartu Perbankan Sejak dulu, masyarakat Indonesia sudah banyak yang memanfaatkan kartu perbankan, seperti kartu kredit atau kartu debit, sebagai pilihan pembayaran. Metode pembayaran digital melalui kartu perbankan ini sudah diperkenalkan sejak tahun 80-an di Indonesia. Metode ini memang lebih disukai karena beberapa alasan, terutama karena adanya kenyamanan, keselamatan, keamanan, dan portabilitas di dalamnya. Jenis metode pembayaran ini paling terkenal dalam kegiatan transaksi online dan transaksi fisik. Sekarang, sudah banyak aplikasi yang mampu menyediakan fasilitas tersebut. 2. Dompet Digital Sama seperti namanya, dompet digital adalah suatu dompet di mana Anda bisa membawa uang tunai dalam bentuk digital. Para pelanggan seringkali menghubungkan rekening banknya dengan dompet digital agar bisa mempermudah mereka dalam melakukan transaksi digital. Cara lainnya untuk menambahkan saldo dana ke dompet digital adalah dengan transfer uang. Kini, sudah banyak bank yang menyediakan fasilitas dompet digital. Berbagai perusahaan swasta terkenal pun sudah banyak yang menyediakan fasilitas tersebut, contohnya saja seperti Gopay, Shopeepay, DANA, OVO, dan lain sebagainya. 3. Terminal POS Sistem POS dikenal sebagai suatu segmen atau lokasi dimana terjadinya penjualan. Terminal POS dianggap sebagai kasir di toko atau mall tempat pembayaran dilakukan. Jenis mesin POS yang paling umum adalah kartu kredit dan debit, yang mana pelanggan bisa melakukan pembayaran hanya dengan menggesekkan kartu dan memasukkan PIN nya saja. Terminal POS adalah suatu terminal yang bekerja melalui smartphone atau tablet dan sistem virtual POS adalah terminal yang memanfaatkan aplikasi berbasis web untuk memproses pembayaran. 4. Internet Banking Internet banking atau e-banking atau perbankan online, adalah suatu metode pembayaran yang bisa membantu nasabah bank tertentu untuk bisa melakukan kegiatan transaksi dan melakukan kegiatan keuangan lainnya melalui situs website bank. Internet banking ini membutuhkan koneksi internet yang stabil untuk melakukan ataupun menerima pembayaran dengan cara mengakses situs website bank. Saat ini, sebagian besar bank yang ada di Indonesia sudah meluncurkan layanan perbankan internet mereka. Ini sudah menjadi sarana pembayaran online yang sangat terkenal. Oleh karenanya, masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengannya. 5. Mobile Banking Mobile banking adalah kegiatan transaksi atau kegiatan perbankan lainnya yang dilakukan melalui perangkat seluler, umumnya melalui aplikasi seluler bank. Sebagian besar bank saat ini sudah menyediakan aplikasi mobile banking yang bisa digunakan pada smartphone, tablet, atau komputer nasabah. 6. Micro ATM Micro ATM adalah suatu perangkat BC atau Business Correspondents dalam memberikan layanan perbankan penting pada nasabahnya. Koresponden inilah yang bisa menjadi pemilik toko lokal, yang mana fungsinya adalah sebagai ATM Mikro guna melakukan transaksi secara instan. Mereka akan memanfaatkan suatu perangkat yang mempermudah melakukan transfer uang melalui rekening bank tertaut hanya dengan mengautentikasi sidik jari Anda. Koresponden bisnis dalam sistem ATM ini pada dasarnya berguna sebagai bank untuk pelanggan. Jadi, pelanggan tidak lagi perlu melakukan verifikasi keasliannya. 7. Kode QR Kode QR adalah suatu kode dua dimensi atau kode persegi yang mana didalamnya sudah terisi data penting. Metode pembayaran ini menjadi sangat terkenal karena sangat cepat dan mudah untuk melakukan pertukaran informasi dan mampu mengurangi biaya penerimaan pembayaran secara lebih substansial. Penutup Demikianlah penjelasan dari kami tentang pembayaran digital dan berbagai jenisnya yang harus Anda ketahui sebagai pebisnis. Namun, seluruh metode pembayaran, baik itu tunai ataupun digital, harus selalu Anda catat dan Anda posting ke laporan keuangan agar Anda bisa membuat keputusan bisnis yang tepat untuk bisnis Anda. Untungnya, saat ini Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dari Accurate Online. Sehingga, Anda sudah tidak perlu lagi mencatat kegiatan transaksi yang terjadi pada bisnis Anda secara manual. Karena, Accurate Online akan melakukannya secara otomatis dan akan menyajikan pada Anda lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara instan. Terlebih lagi, Accurate Online juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur dan modul yang akan membantu Anda untuk mengelola dan mengembangkan bisnis secara lebih mudah. Ayo segera daftarkan bisnis Anda dan coba gratis Accurate Online sekarang juga selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Pembukuan, software akuntansi

Apa Saja yang Termasuk Aset? Berikut Daftar Aset Lengkap – Accurate Online ​

Apa Saja yang Termasuk Aset? Berikut Daftar Aset Lengkap – Accurate Online Pada dasarnya, aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki oleh individu atau kelompok yang memiliki wujud ataupun tidak berwujud. Lantas, apa saja yang termasuk aset itu? Hal tersebut harus Anda ketahui sebagai seorang pebisnis. Anda juga harus tahu bahwa persamaan dasar akuntansi adalah Harta atau Aset = utang atau kewajiban + modal. Bila kita lihat berdasarkan persamaan tersebut, aktiva atau aset mempunyai keterkaitan yang erat dengan modal dan juga utang. Hal tersebut karena untuk bisa mendapatkannya, Anda bisa menggunakan utang, modal atau kombinasi dari keduanya. Selain itu, ketiga jenis akun tersebut juga adalah berbagai unsur yang terdapat di dalam laporan neraca. Jadi, bisa dipastikan bahwa seluruh perusahaan mempunyai aset untuk aktivitas operasionalnya. Selain itu, kegiatan lain seperti pembiayaan ataupun investasi juga akan berkaitan dengan modal. Tanpanya, operasional perusahaan tidak akan berjalan dengan baik.Untuk sebagian orang yang bergelut dalam bidang akuntansi, aset ataupun modal pasti bukan hal yang asing. Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita mengenal tentang aset dan apa saja yang termasuk ke dalamnya.   Apa itu Aset? Berdasarkan PSAK No. 16 Revisi Tahun 2011, aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki oleh individu atau kelompok yang memiliki wujud ataupun tidak berwujud, serta yang mempunyai nilai manfaat untuk setiap perusahaan ataupun individu. Sedangkan berdasarkan Ikatan Akuntansi Indonesia atau IAI, aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan karena akibat dari kejadian yang terjadi pada masa lalu dan juga berasal dari datangnya manfaat ekonomi pada masa depan yang diharapkan mempunyai manfaat untuk perusahaan. Pengertian tersebut sejalan dengan yang dijelaskan dalam IFRS (International Financial Reporting Standar), yang mana Aset adalah “an asset is a resource controlled by the enterprise as a result of past events and from which future economic benefits are expected for flow to the enterprise”. Berdasarkan pengertian di atas, bisa kita simpulkan bahwa aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan atau individu yang mempunyai potensi manfaat ekonomi untuk masa depan. Karakteristik Aset Aset mempunyai karakteristik yang berbeda dengan komponen laporan keuangan lain. Sehingga, Anda bisa dengan sangat mudah mengenali aktiva hanya dari karakteristiknya saja. Nah, karakteristik dari aset adalah mempunyai manfaat ekonomi yang didapat untuk masa depan, dikuasai dan juga dikenali oleh perusahaan, serta hasil dari peristiwa ataupun transaksi yang terjadi di masa lalu. Lantas, Apa Saja yang Termasuk Aset? Lalu pertanyaan terbesarnya, apa saja yang termasuk aset? Perlu Anda ketahui bahwa aset terbagi menjadi aset lancar dan aset tidak lancar. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya: 1. Aset Lancar Aset lancar seringkali dikenal dengan aktiva lancar. Aset lancar adalah jenis aset yang sangat likuid. Artinya, substansinya sangat cepat dan juga mudah untuk diubah menjadi uang tunai. Aktiva lancar ini mempunyai siklus atau perputaran dan manfaat yang sangat singkat. Biasanya, jangka waktu perputaran dari aset lancar ini adalah satu tahun atau dalam satu siklus normal perusahaan. Karena itu, manfaat dari jenis aktiva ini juga akan cepat habis, tapi bisa segera digantikan dengan modal atau aktiva lainnya. Kondisi tersebut akan terus dilakukan hingga akhir periode perusahaan. Beberapa hal yang termasuk ke dalam aset lancar adalah kas, wesel tagih, piutang perusahaan, perlengkapan, persediaan, beban yang dibayar di muka, investasi jangka pendek, dan penghasilan yang nantinya masih akan didapat perusahaan. 2. Aktiva Tidak Lancar Sama seperti namanya, aset tidak lancar adalah jenis aset yang mempunyai siklus dan juga manfaat lebih dari satu tahun. Jenis aset ini terbagi menjadi tiga, yakni: Aset Tetap Aset tetap adalah modal yang dimiliki perusahaan dalam bentuk fisik atau mempunyai wujud. Aset ini digunakan dan dimanfaatkan perusahaan untuk operasional produksi barang ataupun jasa. Untuk itu, tujuan dari memiliki aset tetap bukan untuk dijual kembali, melainkan digunakan untuk kegiatan bisnis perusahaan. Aset tetap bisa dijual oleh perusahaan bila masa ataupun umur dari kekayaannya sudah habis, rusak, atau terdapat masalah lainnya. Beberapa hal yang termasuk ke dalam aset tetap adalah bangunan, gedung, tahan, kendaraan, mesin produksi, dan lain sebagainya. Aset Tidak Berwujud Aset tetap ataupun aset tidak tidak berwujud pun termasuk ke dalam aset tidak lancar. Kekayaan yang tidak berwujud adalah aset yang tidak terlihat secara fisik namun tetap mempunyai manfaat dan nilai untuk perusahaan. Beberapa hal yang termasuk ke dalam aset tidak berwujud adalah hak cipta, hak paten, hak sewa, hak guna bangunan, goodwill, dan lain sebagainya. Investasi Jangka Panjang Investasi adalah salah satu modal yang berguna untuk memperoleh perkembangan kekayaan. Dalam hal ini, investasi yang dimaksud mencakup seluruh investasi jangka panjang yang dilakukan oleh pihak perusahaan, baik itu di masa sebelumnya, atau di masa depan. Misalnya, perusahaan PT ABC melakukan investasi untuk perusahaan PT XYZ, maka perusahaan PT ABC harus mencatat aset dalam bentuk investasi tersebut ke dalam laporan neraca yang dimilikinya. Penutup Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang aset dan apa saja yang termasuk aset. Jadi, aset adalah bagian penting dari individu ataupun perusahaan. Nah, modal bisa digunakan sebagai indikator performa kerja perusahaan. Mengelola kekayaan harta perusahaan adalah hal yang penting agar performa perusahaan bisa semakin berkembang dan bisa mencapai tujuan utama perusahaan. Setelah mengetahui beberapa hal penting terkait aset, maka Anda harus bisa mengelola aset perusahaan Anda dengan baik. Namun bila Anda mengelolanya secara manual, tentu Anda akan kesulitan. Untuk itu, solusinya adalah dengan menggunakan sistem POS atau aplikasi kasir online dari Accurate POS. Aplikasi luar biasa ini akan membantu Anda dalam mengelola bisnis secara mudah dengan sistem manajemen aset yang tepat di dalamnya. Nantinya, Anda bisa menghitung nilai penyusutan secara otomatis dan bisa membuat laporan aset secara cepat dan juga akurat. Jadi selain bisa membantu aktivitas di konter kasir, aplikasi ini juga bisa membantu Anda dalam mengembangkan bisnis. Penasaran dengan Accurate POS? Tenang, Anda bisa mencobanya secara langsung selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

Scroll to Top