Rapihin.id

8 Hal Yang Perlu Diperhatikan Mahasiswa Jurusan Akuntansi

Contoh Jurnal Akuntansi Keuangan Terbaik

Dewasa ini, Anda bisa menemukan dengan mudah beberapa contoh jurnal akuntansi keuangan yang tersedia di internet. Berkat hal tersebut, banyak juga orang yang terbantu apalagi beberapa jurnalis yang membutuhkan referensi. Namun, dari sekian banyak contoh yang tersebar, sebenarnya seperti apakah jenis jurnal akuntansi keuangan yang terbaik dan benar?

Untuk mengatasi kebingungan tersebut, kami akan membagikan seperti apa ciri contoh jurnal akuntansi keuangan yang benar, sesuai dengan tatacara penulisan, dan terbaik. Sebelum mengetahui contoh tersebut, Anda perlu mengetahui beberapa hal yang berkaitan erat dengan jurnal akuntansi keuangan terlebih dahulu!

Pengertian Jurnal Akuntansi Keuangan

Secara umum, pengertian dari jurnal akuntansi keuangan adalah sebuah catatan yang berisi data transaksi yang berhubungan dengan keuangan seperti pemasukan dan pengeluaran yang terjadi pada sebuah perusahaan. Dengan adanya jurnal akuntansi keuangan, seluruh keuangan perusahaan akan lebih terhandle dengan rapi. Tentunya jika ada satu kesalahan tulis dalam jurnal, otomatis akan terlihat dengan mudah.

Berbeda jika Anda mencatat secara random di buku seadanya, maka catatan keuangan perusahaan tidak akan serapi jika menggunakan jurnal akuntansi keuangan. Format jurnal akuntansi keuangan yang tersedia di publik juga sangat banyak jenisnya, jadi format manakah yang biasanya Anda pakai? Atau masih bingung mencari format yang paling tepat?

Cara Membuat Jurnal Akuntansi Keuangan Terbaik

Jika masih bingung, yuk simak cara membuat jurnal akuntansi keuangan terbaik versi kami sebagaimana di bawah ini! diantaranya adalah:

1. Mengumpulkan dan Mencatat Transaksi Pada Jurnal

Cara pertama untuk membuat jurnal akuntansi keuangan yang baik adalah dengan mengumpulkan serta mencatat transaksi pada jurnal. Ini adalah salah satu ringkasan keuangan yang tepat untuk dilakukan. Sehingga setiap kali transaksi yang mengatasnamakan perusahaan, jangan lupa untuk merekap seluruh nota transaksinya. Selain nota, bukti transaksi juga bisa dilihat melalui kuitansi dan juga faktur.

2. Memposting Jurnal ke dalam Buku Besar

Sudah punyakah Anda buku besar yang berfungsi untuk memposting jurnal? Ternyata merekap dan memposting ke buku besar bukan sesuatu yang sulit lho! Anda hanya perlu memindahkan transaksi yang sudah di catat dalam jurnal.

3. Menyusun Neraca Saldo

Langkah selanjutnya yaitu membuat sebuah neraca saldo yang memudahkan Anda untuk mengelompokkan keuangan. Neraca saldo merupakan suatu daftar rekening-rekening buku besar dengan uraian mengenai saldo, debit dan juga kredit.

4. Membuat Jurnal Penyesuaian

Cara selanjutnya adalah dengan membuat jurnal penyesuaian, setiap perusahaan pasti pernah melakukan transaksi yang belum tercatat entah karena lupa atau belum sempat. Fungsi dari jurnal penyesuaian diantaranya adalah untuk pengukuran performa perusahaan, dengan ini komisaris perusahaan dapat diperhitungkan dengan baik.

5. Menyusun Neraca Lajur

Penyusunan laporan keuangan menjadi lebih mudah dengan menyusun neraca lajur atau biasa dikenal dengan kertas kerja. Selanjutnya, saldo yang sudah terekap akan dilaporkan ke dalam neraca dan laporan rugi laba.

6. Membuat Laporan Keuangan

Nah, cara yang terakhir adalah dengan membuat laporan keuangan sederhana sesuai format jurnal akuntansi keuangan. Setelah beberapa langkah diatas terselesaikan maka dalam membuat laporan keuangan akan semakin mudah. Neraca lajur yang sudah berhasil di pisah-pisah membuat Anda tidak akan mengalami kebingungan lagi.

Jenis-jenis Jurnal Akuntansi Keuangan

Dalam jurnal akuntansi sendiri terdapat beberapa jenis jurnal akuntansi keuangan yang bisa Anda pilih. Beberapa jenis jurnal akuntansi tersebut memiliki perbedaan satu sama lain yang tentunya harus bisa Anda bedakan. Apa saja jenis-jenis jurnal akuntansi keuangan tersebut? Berikut selengkapnya!

1. Jurnal Umum

Sudah pernahkah Anda mencoba untuk membuat jurnal umum? Jurnal umum memiliki peran yang sangat penting terutama dalam perusahaan jasa. Dalam perusahaan jasa, jurnal umum dibuat untuk mencatat berbagai jenis transaksi keuangan dengan mudah dan sistematis. Jurnal umum biasanya memiliki beberapa kolom penting yang tidak boleh ditinggalkan seperti kolom tanggal, akun, ref, debit dan juga kredit. Cukup sederhana dan membutuhkan ketelitian dalam menggunakan jenis jurnal umum.

2. Jurnal Khusus

Jenis kedua adalah jurnal khusus, ini merupakan jurnal yang dikelompokkan sesuai dengan jenis transaksi yang digunakan. Adapun jurnal khusus terbagi menjadi 4 yaitu jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, dan juga jurnal pengeluaranĀ kas. Jurnal khusus paling sering digunakan oleh karyawan bank, toko, dan lain sebagainya.

3. Jurnal Penyesuaian

Sedangkan jenis jurnal penyesuaian merupakan jurnal untuk menormalkan dan memindahkan saldo akun perkiraan sementara. Dalam jurnal penyesuaian sendiri terdapat 4 kolom yang perlu di catat yaitu akun pendapatan, akun beban, akun prive dan juga ikhtisar laba rugi. Jenis ini memang jarang digunakan oleh perusahaan karena pencatatan nya yang tergolong sedikit rumit.

Contoh Jurnal Akuntansi Keuangan Terbaik

Ciri-ciri contoh jurnal akuntansi keuangan terbaik yang bisa Anda contoh diantaranya adalah:

  1. Tercatat dengan rapi dan sistematis.
  2. Menggunakan teori dan sistem penulisan yang baik dan benar.
  3. Tersedia kolom debit dan kredit.
  4. Format yang berbeda sesuai dengan jenis jurnal yang digunakan.
  5. Selalu mengupgrade jurnal keuangan jika ada perubahan dan koreksi.
  6. Data yang dimasukkan di jurnal keuangan sesuai dengan kenyataan dan tidak ada yang di rekayasa.

Jadi jurnal akuntansi keuangan terbaik yang perlu Anda contoh adalah jurnal akuntansi yang menggunakan cara-cara sebagaimana diatas dan menggunakan jenis jurnal akuntansi keuangan yang sesuai. Semoga informasi diatas menambah wawasan Anda yang sedang mencari contoh jurnal akuntansi keuangan terbaik. Semoga bermanfaat!

Scroll to Top
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x